1. Pisahkan uang usaha dari uang pribadi
Buka rekening atau dompet khusus untuk usaha. Semua pemasukan dan pengeluaran usaha lewat sana, sehingga Anda tahu keuntungan yang sebenarnya.
2. Catat setiap penjualan harian
Cukup catat tanggal, produk, jumlah, dan total. Catatan sederhana lebih baik daripada catatan lengkap yang tidak pernah diisi.
3. Catat setiap pembelian bahan
Simpan nota atau foto nota. Catat tanggal, barang, dan harga. Dari sini Anda bisa melihat kenaikan harga bahan dari waktu ke waktu.
4. Daftar biaya tetap bulanan
Tulis sewa, listrik, gaji, dan langganan. Jumlah ini adalah biaya tetap yang dipakai di kalkulator titik impas.
5. Hitung HPP setiap produk
Pakai kalkulator harga jual untuk memastikan harga tidak lebih rendah dari HPP.
6. Tinjau setiap bulan
Bandingkan omzet bulan ini dengan titik impas. Jika omzet di bawah titik impas, periksa harga, biaya, atau cara penjualan.