Asumsi ilustrasi
- Harga jual kopi susu Rp18.000 per gelas.
- Biaya bahan dan gelas (biaya variabel) Rp6.000 per gelas, sehingga HPP per gelas juga Rp6.000.
- Biaya tetap per bulan Rp3.000.000: sewa Rp1.500.000, listrik dan air Rp300.000, gaji pegawai paruh waktu Rp1.200.000.
Langkah 1: hitung HPP dan margin
Laba kotor per gelas = Rp18.000 − Rp6.000 = Rp12.000
Margin = 12.000 ÷ 18.000 × 100 = 66,7 persen
Langkah 2: hitung titik impas
Titik impas (gelas) = Rp3.000.000 ÷ Rp12.000 = 250 gelas per bulan
Jika bulan ini ada 30 hari buka, berarti sekitar 9 gelas per hari agar biaya tertutup. Titik impas dalam rupiah adalah 250 × Rp18.000 = Rp4.500.000.
Langkah 3: lihat laba pada volume tertentu
Terjual 400 gelas: omzet Rp7.200.000 dikurangi total biaya (400 × Rp6.000 + Rp3.000.000 = Rp5.400.000)
Laba bersih = Rp1.800.000 per bulan
Yang sering terlewat
Pemilik warung kopi sering lupa menghitung es batu, gula sachet, dan sendok sekali pakai sebagai biaya variabel. Biaya kecil seperti ini bisa menggeser titik impas sampai puluhan gelas per bulan.